Tips kartu kredit : Merubah hutang kartu kredit menjadi KPR atau KMK

Banyak orang yang bilang kartu kredit hanya bisa bikin pemegangnya menjadi konsumtif. Namun, dengan metode yang tepat, anda bisa merubahnya menjadi sesuatu yang positif. Banyak yang telah membuktikannya, yang menggunakan uang plastik milik mereka sebagai modal kerja. Masalahnya, banyak yang mengeluh kalau bunga kartu kredit cukup besar. Lalu, bagaimana mengatasinya? Nah, hari ini kami akan berikan tips kartu kredit tentang merubah hutang kartu kredit menjadi KPR atau KMK. Check it out!

Bagi anda yang bisnis modal kartu kreditnya sudah jalan, merubah hutang kartu kredit menjadi KPR atau KMK sangat disarankan. Karena hal tersebut bisa membantu anda mengurangi biaya bulanan yang anda harus bayar. Kok bisa?

Hutang kartu kredit, Tunggakan kartu kredit, cicilan kartu kredit

Merubah hutang kartu kredit menjadi KPR atau KMK adalah cara jitu untuk mengurangi biaya bulanan Anda dalm membayar hutang

Begini, misal anda memiliki 10 kartu kredit dengan masing-masing limit 20 juta, lalu anda membuka usaha dengan modal 200 juta (hasil dari gestun kartu kredit anda). Disini anda akan mengalami beberapa masalah. Yang pertama, bunga kartu kredit per bulan yang harus anda bayar relatif besar, minimal Rp. 6 juta. Belum lagi ribet mengurus ke 10 kartu tersebut. Solusinya ya dirubah ke KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau rekening koran / KMK (Kredit Modal Kerja).

Misal, anda mempunyai rumah untuk dijaminkan, lalu anda mengambil KPR senilai 200 juta yang dilunasi selama 15 tahun. Gunakan saja uang tersebut untuk menutup hutang kartu kredit anda. Lalu, anda tinggal fokus membayar cicilan KPR yang tidak sampai 2 juta per bulan. Dan juga anda tidak lagi dipusingkan masalah mengatur kartu anda. Anda bisa lebih fokus untuk meningkatkan bisnis anda.

Tips kartu kredit tentang merubah hutang kartu kredit menjadi KPR atau KMK ini memang cara yang jitu. Karena anda akan punya simpanan lebih untuk mengembangkan bisnis. Kok bisa? Katakanlah bisnis anda sudah menghasilkan Rp. 10 juta / bulan, jika anda menggunakan metode lama, maka biaya bulanan yang harus anda bayar sebesar Rp. 6 juta, itu berarti anda surplus Rp. 4 juta. Tapi jika kita menggunakan metode KPR atau KMK, anda cukup membayar Rp. 2 juta / bulan, itu berarti anda surplus Rp. 8 juta. Lihat khan perbedaannya?

Meski demikian, ada satu masalah yang perlu anda hadapi, pertama kesulitan anda untuk mendapatkan KPR atau KMK. Biasanya bank tidak menyetujui pengajuan KPR karena anda dianggap tidak mampu membayar cicilan, sedangkan kalau KMK ditolak itu karena anda dianggap tidak layak berhutang. Namun, anda tetap bisa mendapatkannya, terutama KMK, jika anda sudah memiliki usaha atau pekerjaan tetap.

Nah, itu tadi tips kartu kredit tentang merubah hutang kartu kredit menjadi KPR atau KMK. Mungkin anda bisa mencoba ini jika anda memiliki bisnis modal kartu kredit. Tapi ingat, tips ini belum tentu 100% berhasil, semua tergantung situasi dan kondisi. Jika anda punya tips jitu lain, silahkan untuk berbagi bersama pembaca dengan meninggalkan komen di kolom yang tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *