OJK mulai berlakukan 4 aturan promosi kartu kredit via telepon

Banyak masyarakat yang selama ini komplain dengan seringnya mendapat telepon dari telemarketing yang memberi penawaran kartu kredit ataupun kredit lainnya. Rupanya, komplain tersebut oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang memiliki wewenang akan hal tersebut. Hal tersebut diwujudkan dengan membuat aturan Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Isinya antara lain tentang aturan promosi kartu kredit via telepon. Apa saja poinnya.

peraturan Nomor 1/POJK.07/2013, OJK, Otoritas Jasa Keuangan, promosi kartu kredit

Peraturan OJK Nomor 1/POJK.07/2013 yang salah satu isinya tentang aturan promosi kartu kredit via telepon resmi diberlakukan

Aturan promosi kartu kredit via telepon yang pertama adalah legalitas dalam mendapatkan data nasabah. Selama ini, masyarakat sering komplain karena tidak pernah merasa memberikan data kontak mereka, namun tiba-tiba mendapat telepon penawaran. Dalam aturan yang dikeluarkan, PUJK (Pelaku Usaha Jasa Keuangan) boleh mendapatkan data selama mendapat persetujuan konsumen jika mereka bersedia menerima promosi menggunakan sarana pribadi, email, telepon, sms, dll.

Dalam peraturan Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, OJK juga mengatur tentang waktu promosi kartu kredit. Apabila hendak melakukan promosi via telepon, PUJK diharap memperhatikan waktu yang wajar untuk berpromosi. Promosi boleh dilakukan di luar jam wajar asal telah ada kesepakatan atau perjanjian terlebih dahulu dengan konsumen.

Aturan promosi kartu kredit via telepon selanjutnya adalah kewajiban PUJK untuk merekam pembicaraan. Jadi, ketika peusahaan-perusahaan tersebut hendak melakukan promosi lewat telepon, maka pembicaraan yang dilakukan harus direkam dan disimpan. Sampai kapan batas waktu penyimpanan? Rekaman boleh disimpan dalam kurun waktu selama pemanfaatan produk dan/atau layanan tersebut.

Aturan terakhir yang tercantum dalam Nomor 1/POJK.07/2013 adalah pelarangan promosi untuk produk atau jasa dari perusahaan lain yang tidak ada hubungan dengan PUJK tersebut, meskipun perusahaan tersebut masih dalam satu grup. Yang boleh dilakukan adalah memberikan pilihan kesediaan atau tidak kepada konsumen untuk menerima penawaran dari perusahaan lain yang satu grup dengan PUJK tersebut.

Nah itu tadi beberapa aturan promosi kartu kredit via telepon yang dikeluarkan oleh OJK via peraturan Nomor 1/POJK.07/2013. Bagi PUJK yang ingin menawarkan produk kartu kreditnya sudah seharusnya mematuhi aturan ini demi melindungi keamanan dan kenyaman masyarakat. Pertanyaannya, bakal efektifkah aturan ini? Silahkan berikan opini anda melalui kolom komentar dibawah postingan ini. Selamat menikmati hari yang indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *