Gara-gara fee kartu kredit, 3 bank di Australia digugat ke pengadilan

Sepertinya, cerita dari negeri kanguru berikut ini bisa dijadikan pelajaran bagi pihak atau bank penerbit kartu kredit dalam mengelola bisnisnya. Yup, menurut sebuah berita, 3 bank di Australia menerima gugatan dari nasabahnya. Penyebabnya adalah bank tersebut diduga mengenakan fee kartu kredit kepada nasabahnya yang telat membayar tunggakannya. Bank apa sajakah itu?

biaya kartu kredit, denda kartu kredit, denda keterlamabatan membayar tagihan kartu kredit

3 bank di Australia digugat gara-gara mengenakan fee kartu kredit kepada nasabahnya yang telat membayar tagihannya

Dari keterangan yang diperoleh, ketiga bank yang digugat karena mengenakan fee kartu kredit akibat keterlambatan nasabahnya adalah bank ANZ, bank Citibank, dan bank Westpac. Mereka digugat oleh sebuah Kantor Pengacara bernama Maurice Blackburn. Tuntutannya pun tidak tanggung-tanggung, bahkan tuntutan ini dianggap sebagai terbesar yang pernah diajukan kepada lembaga perbankan di Australia.

Maurice Blackburn menyebutkan tidak main-main dengan gugatannya ini. Oleh sebab itu, pihaknya telah menyiapkan beberapa alat bukti, diantaranya nama konsumen yang terkena fee akibat keterlambatannya membayar tagihan. Jika gugatan ini dikabulkan, maka ketiga bank tersebut wajib mengembalikan dana nasabah yang totalnya bisa mencapai ratusan juta dolar (di Indonesia jumlahnya menjadi trilyunan). Tidak hanya itu, gugatan yang sama juga tengah disiapkan untuk 3 bank lain, yaitu bank NAB, Bank Commonwealth dan American Express.

Gugatan masalah fee kartu kredit ini dianggap akan sangat menguntungkan nasabah. Apalagi, nasabah tidak perlu mendaftarkan diri dalam gugatan ini. Jika menang, maka nasabah yang menderita kerugian akibat fee tersebut berhak menuntut ganti rugi. Memang, beberapa bank di Australia masih menerapkan fee untuk keterlamabatan pembayaran. Contohnya adalah bank NAB yang mengenakan fee denda sebesar $ 5, sedangkan Bank Commonwealth sebesar $ 20.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Australian Bankers Association enggan untuk memberikan tanggapan. Begitu pula dengan bank-bank yang digugat tersebut, saat dihubungi via telepon, tidak ada satupun yang mengangkatnya. Kasus gugatan fee kartu kredit ini bisa jadi cermin bagi bank-bank penerbit kartu kredit di Indonesia untuk lebih memperhatikan konsumennya. Jangan sampai, hanya gara-gara keuntungan kecil, justru akhirnya rugi miliaran bahkan sampai trilyunan rupiah. Semoga informasi berikut bermanfaat bagi anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *